Warga Lebong Tandai Masih Sulit Berobat dan Melahirkan

0
166
Lori atau molek merupakan satu-satunya alat transportasi bagi warga Lebong Tandai menuju ke ibukota Kecamatan Napal Putih.
Lori atau molek merupakan satu-satunya alat transportasi bagi warga Lebong Tandai menuju ke ibukota Kecamatan Napal Putih. (foto/ist)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Masyarakat Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Kabupaten Bengkulu Utara masih kesulitan untuk berobat dan melahirkan. Pasalnya di desa tersebut saat ini tidak ada bidan desa.

“Kalau kami mau berobat kami terpaksa ke puskesmas Napal Putih, biayanya pun sangat mahal, contoh kecil saja biaya melahirkan mencapai Rp 2 juta. Itu hanya nyambut bayinya saja,” ungkap Tarmiji Otol, salah seorang warga Desa Lebong Tandai kepada inibengkulu.com belum lama ini.

Pihaknya sangat berharap pemerintah daerah Kabupaten BU untuk memikirkan kondisi ini sehingga ke depan pelayanan dan fasilitas kesehatan bisa lebih terjangkau bagi mereka.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten BU, drg. Adi Fitridin M.Kes mengakui Desa Lebong Tandai saat ini memang tidak ada Bidan Desa. Akan tetapi pihaknya terus berupaya untuk mencari solusi agar tahun 2019 di sana sudah ada bidan desa.

“Ketiadaan bidan desa di Desa Lebong Tandai ini nanti akan kami ajukan di program nusantara sehat,” singkatnya. (mur)

BACA JUGA: 

Nanas Aneh dari Desa Air Merah, Bikin Takjub

Tak Laporkan Dana CSR, 28 Perusahaan Terancam Disanksi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here