Tumpeng Dilelang Satu Juta, Hiburan Wayang Kulit Semalam Suntuk

0
281
Dua anggota DPRD BU yakni Dedy Syafroni dan Supriyanto suap-suapan tumpeng dalam acara Suroan dan HUT Kelurahan Kemumu, Sabtu (22/9). (Foto/Mezi Aswari)
Kemeriahan Acara Suroan dan HUT Kelurahan Kemumu
MASYARAKAT Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya, Sabtu (22/9) pagi menggelar acara Suroan menyambut tahun baru Islam 1340 H sekaligus peringatan hari ulang tahun Kelurahan Kemumu yang ke 83. Tradisi budaya ini berlangsung meriah sebab diisi dengan sejumlah kegiatan, perlombaan serta hiburan.

———————————-

Lurah Kelurahan Kemumu, Sudarmin, S.Sos menyampaikan rangkaia kegiatan diawali dengan gotong royong kebersihan lingkungan, dilanjutkan dengan istighosah, dan acara puncak pemotongan tumpeng dan penutup digelar hiburan wayang kulit semalam suntuk.

“Acara suroan tahun ini berjalan lebih meriah kalau dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab didukung oleh banyak pihak baik dari tokoh adat, pemuda, agama dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Salah satu kemeriahan dalam acara ini yaitu diadakannya lomba pembuatan tumpeng antar RT. Selanjutnya tumpeng-tumpeng yang sudah dibuat akan dilelang secara terbuka dengan harga tumpeng termahal senilai satu juta rupiah.

Wayang kulit semalam suntuk menjadi hiburan penutup acara Suroan dan HUT Kelurahan Kemumu.

“Acara ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang diperingati oleh masyarakat Kelurahan Kemumu. Acara ini merupakan acara selamatan desa sekaligus ucapan syukur masyarakat Kelurahan Kemumu atas limpahan rahmat serta rezeki yang diberikan oleh Allah SWT terutama limpahan rezeki yang datang dari hasil bumi,” ucapnya.

Di masa mendatang ia berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memberi dukungan penuh sehingga tradisi ini menjadi icon daerah dan bisa membantu mempromosikan Bengkulu Utara ke dunia luar. Apalagi Kelurahan Kemumu merupakan ujung tombaknya wisata yang ada di Kabupaten BU.

Dewan Dukung Suroan jadi Icon Budaya Daerah

Anggota DPRD BU dari Fraksi Merah Putih, Dedy Syafroni, S.Ip selaku tuan rumah sekaligus tim panitia penyelenggara acara suroan mengatakan mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini. Menurut dia, tradisi ini memiliki makna khusus, disamping mendekatkan nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, acara ini juga merupakan selamatan desa.

“Acara suroan ini merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT atas limpahan rahmat serta rezeki yang diberikan, terutama rezeki yang datang dari hasil bumi,” ujarnya.

Maka dari itu, acara suroan ini patut didukung potensinya oleh pemerintah daerah. Sebab lewat acara seperti ini Kabupaten BU akan semakin cepat dikenal oleh dunia luar.

“Harus terus kita lestarikan dan kita budayakan sehingga acara suroan ini menjadi iconnya Kabupaten Bengkulu Utara. Apalagi Kelurahan Kemumu ini merupakan pilot project-nya wisata di daera kita,” tegasnya. (mur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here