Tipu Puluhan Juta, Admin Arisan Online Digelandang ke Polda

0
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H

BENGKULU, IB – Perempuan berinisial KDK (23) warga Desa Durian Demang Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) ditangkap Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu, Selasa (28/07/20). Tersangka digelandang ke Polda Bengkulu karena melakukan aksi penipuan dengan kedok arisan online.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H, mengungkapkan penangkapan terhadap tersangka berdasarkan adanya laporan yang dibuat oleh korban Halima Tussadya (24) warga Sawah lebar Kota Bengkulu dengan no Laporan Polisi : LP.B/410/V/2020/Polda Bengkulu tanggal 01 Mei 2020 mengenai penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh tersangka. Akibat kejadian ini korban harus kelilangan uang sebesar Rp 12.600.000 (Dua Belas Juta Enam ratus Ribu Rupiah).

”Tersangka ini admin arisan online, kemudian korban ikut 3 slot dan telah transfer sebanyak 3 kali dengan jumlah total 12.600.000,- namun pada waktu korban mendapatkan jatah arisan, tersangka tidak menyerahkan kepada korban,” ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu, Rabu (29/07/20).

Selain menipu korban, tersangka juga telah melakukan penipuan terhadap tiga korban lainnya yakni Yuni Lestari sebanyak Rp. 4.500.000., – ( empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ), Reza Rahayu sebanyak Rp. 3.600.000,- ( Tiga Juta Enam Ratus Ribu Rupiah ), serta Eka Meiliyen Dharma sebanyak Rp. 13.150.000,- ( Tiga belas Juta Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah ) hingga total jumlah uang yang digelapkan oleh tersangka berjumlah Rp. 33.000.000,- ( tiga puluh tiga juta rupiah ).

”Sementara ini ketiga korban lainnya belum melapor dan dijadikan saksi dalam kasus yang dilaporkan oleh Korban Halima Tussadya,” imbuhnya.

Ditambahkan Sudarno, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa tiga lembar Fotocopy Buku Rekening Koran Bank BCA an. Korban, satu Lembar Screenshot Postingan Arisan yang dilakukan oleh tersangka, tiga lembar screenshot Group Wa arisan, serta satu lembar screenshot percakapan antara korban dengan tersangka. Tersangka jerat dengan pasal 378 KUHPidana dan pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama delapan tahun. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here