Tinggal di “Gubuk Reot”, Nenek Raini Belum Tersentuh Program Pemerintah

0
494
Nenek Raini yang tinggal di sebuah gubuk reot belum tersentuh program pemerintah bedah rumah.
Nenek Raini yang tinggal di sebuah gubuk reot belum tersentuh program pemerintah bedah rumah. (foto/Mezi Aswari)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Sedih melihat kondisi kehidupan nenek Raini (80) warga Desa Talang Denau Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Janda miskin ini belum tersentuh program bedah rumah dari pemerintah. Padahal ia tinggal di rumah yang tidak layak huni. Hanya berdinding papan yang sudah banyak lapuk dimakan rayap dan berlantaikan tanah. Tak ubahnya seperti sebuah gubuk reot.

Kepada inibengkulu.com, Sabtu (15/12) Kepala Desa Talang Denau, Supandi mengatakan, proposal bedah rumah sudah pernah pihaknya ajukan kepada pemerintah kecamatan Kota Arga Makmur pada tahun 2017 yang lalu, termasuk didalamnya rumah nenek Raini. Namun hingga sekarang belum juga terealisasi.

“Kalau survey sudah pernah dilakukan tapi tidak pernah terealisasi. Sementara desa-desa lain sudah ada yang selesai dan sudah dibangun. Tapi kok desa kami belum ada satupun program bedah rumah padahal desa kami merupakan desa yang paling banyak mengajukan proposal bedah rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, nenek Raini ketika dibincangi wartawan hanya bisa pasrah. Jika dibantu pemerintah rumahnya masuk program bedah rumah, ia bersyukur. Tapi jika tidak, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih jauh disinggung mengenai bantuan pemerintah yang didapat, ibu Raini mengaku sudah dapat bantuan beras rastra. Sedangkan untuk jaminan kesehatan, ia mengaku belum mendapatkannya.

“Amen pemriteak lak temulung uku, uku mokasiak nien amencoa cao kunam madek ne, dan amen udi lak kemliak, lak masuk umeak ku silakan masuk bah, kondisiku memang barek yo dan cao kulositai perai sakit, mai mengajai mai surau atau mai kematei bae uyo cigai ku taen tenago ku cigai (kalau pemerintah mau bantu saya ucapkan terimakasih dan jika tidak saya juga tidak bisa bilang apa-apa, dan jika kalian ingin masuk melihat rumah saya silakan lihat lah, kondisi saya memang seperti ini dan tak jarang pula saya sakit, pergi mengaji ke masjid atau orang meninggal saja saya sudah tidak mampu lagi tenaga saya sudah berkurang),” tutur ibu Raini dalam bahasa Rejang. (mur)

BACA JUGA: 

Pentingnya Sertifikasi Halal pada Produk Lokal

Pengurusan Administrasi di Kemenag BU Dibuat Satu Pintu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here