Terinspirasi Kisah Soekarno, Tiap Simbol Mempunyai Makna

0
482

SEBAGIAN besar masyarakat Bengkulu Utara, khususnya Arga Makmur mungkin sudah tidak asing lagi dengan keberadaan Tugu Amanah yang dulu dikenal dengan sebutan Tugu Seksi. Namun tahukah anda, ternyata pendirian patung ini mempunyai kisah sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan hidup tokoh proklamator negara kita yakni Soekarno.

Dan menariknya, tiap simbol yang ada pada patung tersebut ternyata mempunyai makna tersendiri. Salah seorang pelaku sejarah pendirian patung tugu seksi, Nasution kepada wartawan mengungkapkan patung tersebut dibangun pada tahun 1973 di era kepemimpinan Bupati Burhandari.

“Yang merancang tugu tersebut yakni M. Sudiono yang kala itu menjabat sebagai Kepala Perencanaan Kota Argamakmur dan juga mantan Kepala Dinas PU,” ujarnya.

Diungkapkan Nasution, tiap simbol yang ada pada patung memiliki makna masing-masing. Lambang segitiga berwarna merah yang tepat di atas lingkaran yang diangkat di atas kepala patung memiliki simbol huruf A dan M.

Simbol ini memiliki arti Anak Marhaen (masyarakat biasa atau wong cilik). Sebutan ini muncul di zaman Bung Karno. Kisahnya terjadi saat bung Karno bersama rombongan berjalan kaki dari Bandung sampai Jakarta. Di  jalan mereka bertemu dengan seorang laki-laki yang sedang mencangkul. Ketika ditanya namanya siapa, orang itu menjawab Marhaen.

“Dari situlah kemudian muncul istilah untuk menyebut rakyat kecil dengan sebutan Marhaen,” ungkapnya.

Kemudian lingkaran yang berada pas di atas kepala patung tersebut merupakan lambang dari Per yang berada di bagian roda kereta api. Simbol ini memiliki arti keseimbangan. Diharapkan senantiasa terjadi keseimbangan di dalam roda pemerintahan.

“Jadi dibuatnya tugu tersebut untuk mengingatkan generasi masa depan bagaimana sakitnya membangun Kota Arga Makmur ini,” tuturnya.

Lebih jauh Nasution mengungkapkan, untuk membangun tugu tersebut tidak menggunakan uang pemerintah melainkan dana bantuan dari perusahaan swasta. Tugu itu diresmikan pada tahun 1976 dan yang meresmikan Menteri Dalam Negeri, Amir Mahmud.

Sewaktu dulu akan dibangun, M. Sudiono sempat mengatakan ketahanan bangunan tugu perjuangan tersebut dijamin bisa mencapai 100 tahun. “Proses pembangunan sangat diperhatikan karena bangunan hendak dibuat sangat kokoh. Tiang yang melingkari patung tersebut juga sengaja dilekukkan di bagian atas karena untuk tempat memasang bendera merah putih,” tandasnya. (red/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here