Sosok Misterius, Mobil Terbang Hingga Aroma Mistis di Balik Hilangnya Martinah (Bagian 2)

0
377

DIKISAHKAN Lupio, kejadian bermula pada hari Rabu (28/2) pagi. Ia, istri dan adiknya berangkat ke pasar D1 untuk berbelanja keperluan acara aqiqah anak saudaranya yang akan dilaksanakan pada Jumat (2/3). Namun mereka tidak berangkat bareng. Istri dan adiknya berangkat duluan, tak berselang lama ia baru menyusul ke pasar. Saat itu ia bertemu istrinya di terminal. Martinah sempat memberitahukan suaminya tempat ia berbelanja sehingga tidak perlu kebingungan lagi saat akan mengambil barang.

Setelah pertemuan itu, ia memisahkan diri. Istri dan adiknya kembali berbelanja keperluan dapur. Sementara pergi ke dalam pasar bagian bawah hendak membeli keperluan sendiri. “Saya saat itu mau mencari kunci 14,” ujarnya. Karena pasarnya baru pindah, ia tidak berhasil menemukan penjual kunci. Kemudian ia keluar lagi dan bertemu kembali dengan istrinya di terminal sedang belanja bawang merah dan bawang putih.

BERITA TERKAIT: Sosok Misterius, Mobil Terbang Hingga Aroma Mistis di Balik Hilangnya Martinah (Bagian 1)

Ketika berada di dalam pasar, Lupio melihat ada pedagang yang menjual bawang dan kacang tanah dalam kondisi bagus. Karena itu ia mencoba memberitahukan kepada istrinya. “Namun dijawab oleh istri saya, udah ga usah ngikut,” ucapnya menirukan suara Martinah.

Setelah perbincangan singkat itu, Lupio kembali pergi untuk mencari keperluannya di lokasi lain. Setelah mendapatkan apa yang dicari, mereka kembali bertemu di terminal. Pengakuan istrinya saat itu masih ada bahan yang belum dibeli yakni susu. Setelah susu didapat, Lupio langsung beranjak pulang membawa barang belanjaan dengan menggunakan sepeda motor. Tak lama setelah tiba di kediaman saudaranya yang akan menggelar aqiqah, istri dan adiknya tiba.

Karena hari sudah menjelang waktu Zuhur, Lupio pamit pulang ke rumah untuk bersiap salat. Tak lama istrinya menyusul pulang. Namun tidak langsung ke rumah melainkan mampir ke rumah orang tuanya yang berada di sebelah.

”Setelah salat di masjid, saya pulang ke rumah istri saya tidak ada. Saya berusaha mencari bahkan kembali ke rumah saudara yang hendak menggelar aqiqah namun tetap tidak ketemu. Saya telpon, semua HP-nya tinggal di rumah. Menurut keterangan adik saya, di balai desa sedang ada acara ibu-ibu PKK. Saya berpikir, mungkin istri saya ke sana,” tuturnya.

Karena itu, ia tidak lagi mencari keberadaan Martinah. Hingga keesokan harinya, Kamis (1/3) ia masih belum menyadari kepergian istrinya. Seperti biasa, subuh-subuh ia sudah berangkat ke kebun untuk menyadap. Sempat timbul kecurigaan, istrinya tidak menyusul ke kebun. Tapi ia berpikir, mungkin karena sibuk di tempat aqiqah, maka tidak bisa ikut ke kebun.

Menjelang waktu zuhur, ia kembali ke rumah. Selepas salat di masjid, ia menuju rumah ibunya yang akan menggelar aqiqah. Di sana ia sempat makan dan beristirahat. Saat itulah ibunya bertanya kemana istrinya. Ia pun langsung menjawab istrinya tidak pulang dari zuhur sehari sebelumnya. Kecurigaan mulai muncul, ia pun lantas menyuruh salah seorang adiknya untuk mengecek keberadaan Martinah di balai desa tempat acara ibu-ibu PKK. Ternyata Martinah tidak ada. Pencarian dilanjutkan dengan mengecek ke rumah orang tua Martinah yang berada di sebelah rumahnya. Namun tetap tidak ada. Ibu Martinah langsung histeris. Saat itulah semua baru menyadari ternyata Martinah hilang. Desa pun geger. Apalagi Martinah hilang dengan membawa uang lebih dari tiga ratus juta rupiah.

Kabar hilangnya Martinah langsung dilaporkan ke Polsek Ketahun. Foto diri Martinah dan foto KTP langsung menyebar di media sosial. Disinilah keanehan mulai terlihat. Setelah tiga hari menghilang, menjelang waktu subuh, pada hari Sabtu (3/3) sosok Martinah secara mengejutkan ditemukan oleh bapaknya tergeletak di dapur rumah orang tuanya, yang berada bersebelahan dengan rumah Lupio. Kemunculan Martinah dengan tiba-tiba ini sontak mengagetkan semua orang. Sebab selama tiga hari menghilang, rumah itu selalu ramai oleh sanak keluarga yang datang untuk membantu pencarian atau sekedar menenangkan suasana. Selain itu, malam sebelum ditemukan, juga tidak satu orang pun yang melihat Martinah pulang.

Ketika ditemukan, Martinah dalam kondisi lemas dan tak sadarkan diri. Kakinya terlihat kotor oleh lumpur yang sudah mengering. Terlihat juga jejak sandal di sekitar lokasi penemuan Martinah. Oleh keluarga, Martinah langsung dirukiah. Setelah sedikit sadar, Lupio pelan-pelan bertanya kepada Martinah. (red-bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here