Rugikan Negara Rp 1 Miliar, Dua Kades jadi Pesakitan

0
559
Tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana desa yakni kades Paku Haji dan bendahara serta Kades Gajah Mati Kabupaten Benteng saat akan diserahkan ke kejaksaan. (foto/Mezi Aswari)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana desa (DD) yakni Kades Paku Haji Kecamatan Pondok Kubang inisial SA dan bendaharanya inisial EF. Serta Kepala Desa Gajah Mati Kecamatan Karang Tinggi inisial RO tak lama lagi bakal jadi pesakitan. Pasalnya, berkas perkara ketiganya sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa. Artinya, tak lama lagi kasus ini akan segera disidangkan.

BACA JUGA: Proyek Fiktif Dana Desa, Dua Kades Disel

Kepada inibengkulu.com, Kamis (6/12), Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara SH, SIK, MM melalui Kasat Reskrim AKP M. Jufri SIK mengatakan dalam kasus ini, Kepala Desa Paku Haji, SA diduga telah melakukan kegiatan fiktif terhadap pengelolaan ADD dan pengelolaan DD.

Yakni pada pekerjaan rabat beton dan pembangunan poskamling serta pengurangan volume pada pembuatan WC keluarga dan pembangunan gudang desa. Akibat perbuatan tersebut, negara dirugikan sebesar Rp 497.554.807,29. Dalam kasus ini, bendahara desa inisial EF turut jadi tersangka.

Hal yang sama dilakukan oleh Kades Gajah Mati, RO. Tersangka juga tidak mengelola keuangan desa dengan baik dan transparan serta tidak disiplin anggaran dan turut melakukan kegiatan fiktif sehingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp 521.255.276. Jika ditotalkan kerugian negara dari dua kasus ini lebih dari Rp 1 miliar.

“Kita berharap proses persidangan kasus ini nanti dapat berjalan dengan lancar, aman dan tertib serta bisa dijadikan pembelajaran bagi seluruh kepala desa yang lain untuk tidak coba-coba melakukan korupsi dana desa,” tandas Jufri. (mur)

BERITA LAINNYA:

Perangkat Desa Tanjung Aur Laporkan Dugaan Korupsi DD ke Kejari

Wow..! Desa Se-Bengkulu Utara Diguyur Dana Tambahan Rp 14,5 M

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here