Pengadaan Mebeler, Proyek Empuk, Untung Menumpuk

0
1063
foto/ilustrasi

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Kasus dugaan korupsi pengadaan mebeler SD di Dinas Pendidikan Bengkulu Utara yang kini tengah dilidik Tipikor Polres Bengkulu Utara semakin menarik untuk disimak. Alasannya, bukan hanya karena proyek ini diduga “dimainkan” oleh Ek, si oknum ajudan kepala dinas saja. Tapi yang lebih menarik, ternyata ada dugaan mark up yang cukup besar dalam pelaksaannya.

Berdasarkan data dihimpun wartawan, pada tahun 2017, ada dua kali pengadaan mebeler untuk SD. Pertama dianggarkan pada APBD 2017 untuk 5 SD dan pada APBD Perubahan 2017 untuk 10 SD.

Pada APBD 2017, pengadaan mebeler 5 sekolah ini dianggarkan sebesar Rp 85 juta. Rinciannya, satu sekolah Rp 17 juta untuk pembuatan 20 set (meja dan kursi). Harga satu set dianggarkan sebesar Rp 850 ribu.

Sementara pada APBD Perubahan 2017, informasi diterima wartawan, pengadaan mebeler untuk 10 sekolah dianggarkan dana sebesar Rp 170 juta. Rinciannya pun diduga sama, yakni Rp 17 juta per sekolah. Dimana satu sekolah mendapat 20 set (meja dan kursi). Harga satu set dianggarkan sebesar Rp 850 ribu.

Namun hasil investigasi wartawan ke salah satu mebel tempat Ek memesan barang, didapat pengakuan bahwa harga satu set meja dan kursi yang dipesan hanya seharga Rp 450 ribu, sementara harga yang dianggarkan di APBD sebesar Rp 850 ribu. Artinya, ada indikasi mark up hampir 50 persen dalam pengadaan mebeler ini.

Jika dihitung-hitung, pada pengadaan mebel anggaran APBD 2017 untuk 5 sekolah, terdapat selisih harga hingga Rp 40 juta dari anggaran yang sudah dikucurkan. Sementara pada pengadaan mebel anggaran APBD perubahan 2017 untuk 10 sekolah, terdapat selisih hingga Rp 80 juta.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri, SIK dikonfirmasi wartawan Kamis (31/5) siang mengatakan kasus ini masih dalam penyelidikan petugas. Menurut Jufri, dalam penanganan kasus ini, pihaknya bersama-sama dengan inspektorat daerah.

“Kita masih melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil audit dari pihak inspektorat,” singkat Jufri. (red)

Baca juga: Dugaan Korupsi Proyek Mebeler, PPTK dan 10 Kepsek Diperiksa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here