Pemdes Kota Agung Salurkan BLT DD Bulan Ke 2

0
Kades membagikan BLT DD ke warga. (Foto/abd karim)
Kades membagikan BLT DD ke warga. (Foto/abd karim)

BENGKULU UTARA, IB – Sebanyak 161 kepala keluarga (KK) warga Desa Kota Agung Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara menerima BLT DD bulan ke 2. Penyaluran berlangsung di Aula Kantor Desa, Kamis (18/7/2020).

Kepala Desa Kota Agung, Doni Iswandi dalam pidatonya menjelaskan pada penyaluaran BLT DD bulan ke 2 ini ada pengurangan jumlah penerima dari jumlah penerima bulan ke 1 sebanyak 164 KK menjadi 161 KKpada penyaluran bulan ke 2.

Pengurangan tersebut di karenakan ada 3 warga yang diketahui telah mendapatkan bantuan pemerintah pusat yaitu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan ketiga orang tersebut pada penyaluran BLT DD bulan ke 1 terdaftar sebagai penerima BLT DD.

“Memang ketiga warga tersebut awalnya kita berikan BLT DD, tapi setelah mereka kita ketahui mendapatkan BPNT maka untuk penyaluran BLT DD bulan ke 2 ini tidak kita berikan lagi. Ini sesuai dengan peraturan tentang kriteria bagi warga penerima bantuan tidak boleh oper lapping atau tumpang tindih,” terangnya.

Kapolsek Air Besi berikan BLT DD ke rumah warga
Kapolsek Air Besi berikan BLT DD ke rumah warga

Dalam kesempatan ini Camat Air Besi, Ajiansyah memberitahukan kepada warga yang hadir mengenai adanya surat edaran Bupati Bengkulu Utara Nomor 443.2/2578/Dinkes/VII/2020 tentang penyelengaraan perayaan/resepsi/pesta pernikahan, Khitanan, Aqiqah dan acara sejenisnya oleh warga/masyarakat/keluarga dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 19 (covid-19) .

“Minta kepada warga apabila akan melaksanakan acara apapun hendaknya berkordinasi terlebih dulu kepada pemdes, pihak kecamatan dan pihak kepolisian agar mendapatkan arahan dan petunjuk bila akan melaksanakan acara tersebut,” imbaunya.

Kapolsek Air Besi Iptu Aljum Fitri dalam himbauannya.
Kapolsek Air Besi Iptu Aljum Fitri dalam himbauannya.

Sementara itu Kapolsek Air Besi, Iptu Aljum Fitri dalam kesempatan itu memperkenalkan diri kepada pemdes dan warga yang hadir sebagai Kapolsek Air Besi yang baru.

“Saya mendukung penuh atas langkah-langkah pendes dalam membangun Desa Kota Agung ini. Kades baikpun camat adalah keluarga dan anak dari Kepolisian Sektor (polsek) Kecamatan Air Besi. Jadi bila anak kami diganggu sudah jelas kami sebagai orang tua tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

“Saya tegaskan bahwa kades-kades beserta masyarakat secara keseluruhan adalah anak saya, dalam arti ialah binaan dalam pengawasan saya. Jadi intinya saya tidak mau anak dan kelurga saya diganggu, apalagi diusik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Apabila nanti ada oknum yang melakukan hal-hal yang indikasinya ke arah melanggar hukum, maka saya sebagai kapolsek tidak akan segan-segan menindak oknum tersebut,” tegasnya.

Kadun 1 bagikan BLT ke rumah warga
Kadun 1 bagikan BLT ke rumah warga

Hadir dan ikut menyalurkan BLT DD bulan ke 2 Desa Kota Agung yakni Kapolsek Air Besi , Iptu Aljum Fitri, Camat Air Besi, Ajiansyah, Kepala Desa Doni Iswandi, Sekdes Ramdan Fajri, Kadun 1 Dedi Susanto, Kadun 2 Roni Saputra, Kadun 3 Jonas, kadun 4 Haseni Apriadi, Ketua BPD Johan Aruf, babinsa serta bhabinkamtibmas.

Kepala desa juga menghimbau agar warga menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal masing-masing serta mengunakan masker saat keluar rumah, cuci tangan sampai bersih dan jaga jarak aman seperti yang telah dianjurkan pemerintah.

Dalam pembagian BLT DD ini pemdes telah menerapkan standar protokol kesehatan kepada warga penerima BLT DD dengan diwajibkannya untuk selalu mengunakan masker.

Pada kesempatan itu juga Camat Air Besi, Ajiansyah berharap agar pemdes mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Jangan membuat kebijakan sendiri atau aturan sendiri dalam pembagian BLT DD. Misalnya tentang kriteria penerima dan jumlah BLT DD yang diberikan kepada warga penerima, semua harus mengikuti aturan yang jelas.

“Tidak boleh BLT DD dibagi rata atau dibagi ke seluruh warga. Dan juga jumlah uang yang diberikan tidak boleh dikurangi misalnya jumlah yang diberikan Rp 600 ribu kemudian hanya diberikan kurang dari jumlah semestinya. Maka itu jelas sudah melanggar peraturan dan bisa terjerat hukum nanti,” ingatnya. (abd karim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here