Merasa Dilecehkan, Wartawan Minta Bupati Evaluasi Plt. Kadis Perkebunan BU

0
Roni, salah seorang kontributor TV swasta yang merasa dilecehkan oleh oknum Plt Kadis Perkebunan Bengkulu Utara. (Foto/mezi aswari)
Roni, salah seorang kontributor TV swasta yang merasa dilecehkan oleh oknum Plt Kadis Perkebunan Bengkulu Utara. (Foto/mezi aswari)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Salah seorang kontributor TV swasta di Bengkulu Utara, Roni tak kuasa menahan kekesalan. Ia merasa dilecehkan oleh oknum Plt Kepala Dinas Perkebunan BU saat tengah melakukan aktifitas jurnalistiknya.

Diceritakan Roni, kejadian berawal saat dirinya hendak menemui Plt Kepala Dinas Perkebunan Bengkulu Utara, Sasman untuk konfirmasi soal perkembangan program replanting sawait 2019. Namun bukannya hak jawab yang didapat, malah ucapan yang tidak mengenakkan yang didapat. Yakni dengan menyebut wartawan jangan cengeng.

Saya datang bersama dua rekan saya yang lain, tujuan saya ingin konfirmasi lanjutan berita saya tentang program replanting tahun 2019. Ketika saya bertemu dengan pak Sasman, malah saya mendapatkan kata-kata yang kurang mengenakan, dimana pak Sasman bilang, Saya mau pergi silakan berurusan sama Tatang. Kalian jangan cenggeng, apa kalian mengancam mau bertemu dengan saya,” jelas Roni kontributor salah satu stasiun  tv suasta tersebut.

Atas ucapan yang kurang mengenakkan tersebut, Roni berharap Kepada Bupati Bengkulu Utara Ir. Mian kiranya bisa memberikan bimbingan serta arahan  yang lebih baik kepada yang bersangkutan. Sebab sangat tidak etis seorang pejabat sekelas kepala dinas berbicara dengan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain apa lagi, kepada wartawan yang profesinya jelas-jelas diatur dalam undang-undang.

“Saya berharap bupati bisa mengevalusi serta memberikan bimbingan kepada yang bersangkutan, jangan sampai kejadian ini terulang kembali, nanti Pemkab BU sendiri yang malu,” tandas Roni. 

Plt. Kepala Dinas Perkebunan, Sasman ketika dikonfirmasi mengaku tidak ada permasalahan apa-apa dengan yang bersangkutan. Hanya saja kemarin siang  dirinya harus ke lapangan maka dari itu ia mempersilahkan wartawan untuk menghadap bawahannya.

Tidak ada masalah apa-apa, waktu bertemu saya tanya ada perlu apa, konfirmasi masalah replanting. Kalau masalah replanting silahkan dengan pak Tatang saya mau keluar. Saya rasa tidak ada yang tersinggung kok, dia bilang mata bapak merah. Ya, mata saya memang merah,” jelas Sasman melalui sambungan telepon Selasa (24/9). (mur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here