Masa Tenang, KPU BU Tetap Sosialisasi

0
KPU Kabupaten Bengkulu Utara melakukan rangkaian sosialisasi dengan basis pemilih Komunitas dan masyarakat umum yang sedang berkumpul di Alun-alun Arga Makmur.
KPU Kabupaten Bengkulu Utara melakukan rangkaian sosialisasi dengan basis pemilih Komunitas dan masyarakat umum yang sedang berkumpul di Alun-alun Arga Makmur.

Beri Target Sosialisasi
kepada PPS 5 Orang/Hari

ARGA MAKMUR, IB – Meski sudah melakukan sejumlah sosialisasi Pemilihan Serentak Tahun 2020 dalam beberapa bulan terakhir, pada masa tenang ini KPU Kabupaten Bengkulu Utara terus gencar melakukan sosialisasi kepada basis-basis pemilih.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Bengkulu Utara, Rama Diandri mengatakan, KPU Kabupaten Bengkulu Utara tetap akan melakukan sosialisasi sampai tanggal 8 Desember 2020.

“Yang dilarang dalam masa tenang itu adalah kampanye bagi Paslon. Tidak demikian dengan sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara Pemilihan,” jelas Rama Diandri ketika ditemui disela-sela melakukan sosialisasi di Alun-alun Arga Makmur.

Seperti yang dilakukannya, Minggu (6/12) sore lalu, KPU Kabupaten Bengkulu Utara melakukan rangkaian sosialisasi dengan basis pemilih Komunitas dan masyarakat umum yang sedang berkumpul di Alun-alun Arga Makmur.

“Sore ini kita lakukan sosialisasi dengan basis pemilih komunitas yakni Bengkulu Truck Pickup Lover. Setelah sosialisasi ke komunitas dilakukan, kami juga melakukan sosialisasi di alun-alun menyambangi satu persatu pemilih dengan membawa alat peraga sosialisasi,” bebernya.

Diungkapkan pula, sosialisasi telah dilakukan KPU Kabupaten Bengkulu Utara dengan berbagai basis pemilih. Mulai dari basis pemilih pemula, pemilih muda, disabilitas, perempuan, komunitas, tokoh masyarakat, Ormas, masyarakat marjinal serta beberapa basis pemilih lain.

Menariknya, masih menurut Rama, bahwa KPU Kabupaten Bengkulu Utara adalah KPU kabupaten yang menerapkan sosialisasi dilakukan massif oleh badan adhock.

“Kami memberikan target kepada setiap anggota PPS untuk melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah minimal dalam satu hari mereka melakukan sosialisasi ke 5 orang pemilih. Metode ini sudah kita terapkan dalam beberapa minggu ini. Hitung saja. Kita punya 220 desa. Dalam satu desa kita memiliki 3 orang TPS. Ini berarti dalam sehari kita mampu melakukan sosialisasi kepada setidaknya 3300 orang pemilih se-Bengkulu Utara,” jelasnya.

Dia mengakui, ancaman menurunnya angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2020 ini tak terelakkan. Apalagi Bengkulu Utara masuk dalam 25 daerah se-Indonesia dengan pasangan calon tunggal.

“Kita tetap optimis dengan target partisipasi masyarakat di angka 80 persen. Karena itulah sosialisasi kita lakukan secara massif,” tegasnya. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here