• Sabtu, 1 Oktober 2022

Politik Lokal Dan Pilkada 2024

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 21:26 WIB
Gili Argenti (Wakil Ketua Bidang Hikmah Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karawang, Dan Kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).
Gili Argenti (Wakil Ketua Bidang Hikmah Antar Lembaga Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Karawang, Dan Kandidat Doktor Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).

Penulis :
Gili Argenti, Dosen FISIP Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA)

Mendiskusikan kajian politik lokal selalu menarik perhatian, sebab politik lokal memberikan dampak signifikan terhadap arah demokrasi di Indonesia, realitasnya memang masyarakat lokal merasakan secara langsung proses pembangunan politik dan demokrasi. Terlebih dengan adanya pemilihan kepala daerah (pilkada), relasi kekuasaan diantara aktor-aktor politik di daerah lebih nyata terlihat dan terasa, serta memberi pengaruh sangat besar terhadap kualitas kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Pemilihan kepala daerah dan wakil kepada daerah secara langsung bermula di tahun 2005, setelah setahun sebelumnya Indonesia penyelenggarakan pemilihan presiden dan wakil presiden langsung untuk pertama kalinya. Pemilihan kepala pemerintahan dari tingkat pusat sampai daerah yang melibatkan partisipasi langsung rakyat, merupakan bentuk komitmen bangsa Indonesia dalam mewujudkan demokratisasi sistem politik, pasca keruntuhan sistem otoritarian Orde Baru.

Pemilihan kepala daerah langsung bertujuan menciptakan mekanisme memilih pemimpin lebih transparan, adil, dan demokratis. Sebelumnya pemilihan kepala daerah menggunakan sistem perwakilan yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ternyata pemilihan kepala daerah menggunakan sistem perwakilan menuai banyak masalah, diantaranya : (1) terjadi vote buying melibatkan kandidat kepala daerah dengan anggota parlemen, (2) keterpilihan kepala daerah tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat daerah, dan (3) terjadi konflik antara kepala daerah dengan parlemen berujung impeachment kepala daerah.

Dari berbagai masalah itu akhirnya diputuskan kita mengadopsi sistem pemilihan kepala daerah secara langsung dalam memilih gubernur-wakil gubernur, bupati-wakil bupati, dan wali kota-wakil wali kota. Pemilihan kepada daerah secara langsung pada dasarnya memiliki beberapa harapan.

Pertama, media pendidikan politik bagi masyarakat daerah, para pemilih diharapkan semakin cerdas dan kritis, ketika menjatuhkan pilihan politik menggunakan pertimbangan rasional.

Kedua, menumbuhkan kepekaan elit, ketika seorang kandidat merumuskan program politik ditawarkan kepada pemilih saat kampanye, produk politik itu berbasis riset lapangan, menghimpun berbagai permasalahan dihadapi masyarakat, sehingga program politik disusun bisa menjadi solusi yang dihadapi masyarakat daerah.

Ketiga, pengembangan karir politik, pemilihan langsung kepala daerah membuka kesempatan, bagi setiap warga negara menjadi pemimpin asal didukung masyarakat daerahnya, tentunya komitmen berkarir dibidang politik berbeda dengan bidang lain, ketika seseorang menjadi politisi, sesungguhnya seluruh waktunya dikhidmatkan untuk masyarakat, sebab dunia politik merupakan ritus pengabdian dan pelayanan.

Keempat, sarana kaderisasi kepemimpinan nasional, keterpilihan seseorang menjadi kepala daerah, harus dibuktikan lewat kinerja politik selama menjabat, semua janji politik saat kampanye harus mampu direalisasikan. Keberhasilan dalam memimpin daerahnya memberi peluang kepala daerah dikenal publik lebih luas, terlebih atmosfer digitalisasi politik mempermudah akses bagi masyarakat mengakumulasi berita tentang keberhasilan atau kegagalan kepada daerah. Prestasi kepala daerah bila dikelola dengan baik, bisa menaikan popularitas dan elektabilitas politik tidak saja di level daerah tetapi tingkat nasional.

Halaman:

Editor: Pauziyanto

Tags

Terkini

Amalkan doa ini agar hutang segera lunas

Minggu, 25 September 2022 | 11:12 WIB

4 Cara mengatasi rasa khawatir atau cemas

Sabtu, 24 September 2022 | 19:11 WIB

3 Fase doa yang akan dikabulkan, simak ini

Sabtu, 24 September 2022 | 18:11 WIB

Ingat! Jangan panggil temanmu dengan sebutan ini

Sabtu, 24 September 2022 | 17:31 WIB

Ini 5 Catatan penting untuk lelaki yang hendak menikah

Sabtu, 24 September 2022 | 15:26 WIB

7 Hal ini harus diingat saat di Masa-masa sulit

Sabtu, 24 September 2022 | 13:06 WIB
X