Dugaan Penyelewengan DD Baturoto Dilaporkan ke Inspektorat

0
Warga saat memasukkan laporan dugaan penyelewengan DD Desa Baturoto Kecamatan Hulu Palik. (Foto/waw)
Warga saat memasukkan laporan dugaan penyelewengan DD Desa Baturoto Kecamatan Hulu Palik. (Foto/waw)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Dugaan penyelewengan kegiatan dana desa (DD) Desa Baturoto Kecamatan Hulu Palik dilaporkan sejumlah warga ke Inspektorat Bengkulu Utara, Senin (7/10) pagi. Dalam laporan yang ditandatangani oleh perwakilan warga bernama Hadi Prayitno tersebut, masyarakat meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan Dana Desa di Desa Baturoto mulai dari tahun 2017, tahun 2018 hingga tahun 2019.

Kepada awak media, Hadi mengatakan laporan ini pihaknya sampaikan sebab ada dugaan banyak kegiatan yang terlaksana di desa tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Salah satu contoh pembangunan 90 unit jamban keluarga yang bersumber dari DD tahap 2 tahun 2019.

“Untuk membangun satu unit jamban keluarga ini, dianggarkan dana sebesar Rp 1,9 juta per unit. Namun fakta di lapangan, jumlah material yang digunakan tidak sesuai dengan RAB yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.

Lanjut Hadi, itu baru salah satu contoh. Masih banyak contoh-contoh kegiatan yang lain yang akan mereka ungkap yang terindikasi terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya.

“Kita minta kepada pihak inspektorat untuk melakukan audit secara menyeluruh terlebih dahulu. Jika dibutuhkan kita siap untuk membuka dugaan-dugaan penyimpangan yang lain yang bersumber dari dana desa mulai dari tahun 2017 sampai 2019,” tandasnya.

Kepala Desa Baturoto, Wasri melalui Sekdes, Madrizal ketika dikonfirmasi tidak mempermasalahkan adanya laporan warga tersebut. Menurut dia, pihaknya tidak bisa melarang sebab itu hak semua orang. Namun yang pasti pihaknya dalam melaksanakan kegiatan sudah mengikuti prosedur yang berlaku.

“Dalam membuat rencana anggaran belanja (RAB) kita mengacu pada aturan yang ada seperti perda tentang satuan harga, permen PU dan sebagainya. Kalaupun dalam realisasinya nanti ada kelebihi anggaran, tentu nanti akan dimasukkan ke dalam Silpa. Jadi tidak masalah,” ujarnya.  (waw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here