Dugaan Korupsi Proyek Mebeler, PPTK dan 10 Kepsek Diperiksa

0
1056
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warga Negara SH, SIK, MM
Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warga Negara SH, SIK, MM

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Dugaan korupsi proyek pengadaan mebeler SD tahun 2017 di Dinas Pendidikan Bengkulu Utara mulai dilidik Unit Tipikor Polres Bengkulu Utara. Informasi diterima wartawan, sejak Senin (25/5) lalu hingga Kamis (31/5) penyidik sudah melakukan pemeriksaan belasan saksi.

Diantaranya PPTK proyek mebeler Dinas Pendidikan Bengkulu Utara, Sukri, 10 orang kepala sekolah SD penerima mebeler serta CV. DB yang menjadi pelaksana proyek.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Ariefaldi Warganegara, SH, SIK melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri, SIK dikonfirmasi wartawan Kamis (31/5) siang membenarkan hal ini. Menurut Jufri, dalam penanganan kasus ini, pihaknya bersama-sama dengan inspektorat daerah.

“Pihak inspektorat melakukan pemeriksaan indikasi penyelewengan dan kerugian negaranya. Setelah pemeriksaan selesai, hasilnya akan diserahkan ke kita (polres, red). Jika ada indikasi korupsi kasusnya akan kita lanjutnya. Selama pemeriksaan oleh inspektorat kita tetap melakukan pengawasan,” tegas Jufri.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan proyek pengadaan mebeler ini, ada dugaan “permainan” oknum ajudan kepala dinas berinisial Ek. Sang ajudan ini disebut-sebut merupakan orang yang paling berperan dalam mengendalikan pelaksanaan proyek. Hasil penelusuran wartawan, sejumlah mebel yang ditunjuk untuk melaksanakan pekerjaan ini mengakui pemesan kursi dan bangku untuk sekolah ini atas nama Ek. Padahal seharusnya proyek ini dikerjakan perusahaan yang sudah ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan.

Sepanjang tahun 2017, ada dua kali pengadaan mebeler untuk sekolah. Yakni bersumber dari APBD 2017 dan APBD Perubahan 2017. Untuk anggaran APBD diperuntukkan bagi 5 sekolah sedangkan APBD Perubahan diperuntukkan bagi 10 sekolah. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here