Dengan SEMANGAT, Kepemilikan Dokumen Kependudukan Terus Meningkat

0
Kadis Dukcapil BU, Waluyo Midjo siap melayani dengan SEMANGAT. (Foto/IB)
Kadis Dukcapil BU, Drs. Waluyo Midjo siap melayani dengan SEMANGAT. (Foto/IB)

BENGKULU UTARA, inibengkulu.com – Sistem pelayanan dengan jargon SEMANGAT (Sistematis Efektif Modern Akurat Nyaman Gratis Aksi Tuntas) yang diterapkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Bengkulu Utara terbukti mampu meningkatkan jumlah kepemilikan dokumen kependudukan masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara. Hal ini terlihat dari Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dinas Dukcapil Bengkulu Utara, pada semester II tahun 2019.

Kadis Dukcapil Bengkulu Utara, Drs. Waluyo Midjo. (Foto/IB)
Kadis Dukcapil Bengkulu Utara, Drs. Waluyo Midjo. (Foto/IB)

Kepala Dinas Dukcapil Bengkulu Utara, Drs. Waluyo Midjo menjelaskan, DKB berasal dari pelayanan reguler yang dilakukan proses konsolidasi penunggalan data di data center yang dikeluarkan per semester.

“Untuk semester II tahun 2019 keluar di akhir bulan Januari lalu,” ujarnya.

Berdasarkan DKB ini, dari wajib KTP sebanyak 198.019 jiwa, KTP yang sudah dicetak sudah mencapai 195.479 lembar atau 98,72 persen. Sisanya ada wajib KTP yang sudah rekam dan siap cetak sebanyak 2.310. Lalu jumlah penduduk yang sudah merekam 99,88 persen dan yang belum merekam tinggal 230 jiwa atau 0,12 persen.

Selanjutnya untuk kepemilikan akte kelahiran, pada kelompok usia 0-18 tahun, dari target 97.306 jiwa, yang sudah punya akte mencapai 86.963 jiwa atau 89,37 persen. Yang belum 10.343 jiwa atau 10,63 persen. Sedangkan untuk kepemilikan kartu keluarga (KK), sudah mencapai 99,89 persen atau berjumlah 91.202 keluarga.

“Kita terus berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan. Kita menargetkan seluruh masyarakat mempunyai dokumen kependudukan yang lengkap. mulai dari akte, KTP, KK dan lainnya,” jelasnya.

Pelayanan pembuatan dokumen kependudukan di Dukcapil BU. (Foto/IB)
Pelayanan pembuatan dokumen kependudukan di Dukcapil BU. (Foto/IB)

Saat ini pihaknya sudah menyiapkan 4 program untuk mencapai target tersebut. Pertama pelayanan yang dikantor diberi nama Studi atau Sehari Tunggu Langsung Jadi.

“Itu dengan catatan berkasnya lengkap sesuai dengan aturan dan sistem jaringan sedang normal ya,” imbuhnya.

Kedua program jemput bola ke lapangan. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa mengurangi jumlah peserta yang datang ke kantor dukcapil. Sasarannya diutamakan kecamatan yang jauh. Ketiga paket Nilawati atau pembuatan dokumen untuk Nikah Lahir Kawin Mati. Dan keempat Program Online.

“Beberapa program ini dilakukan untuk mengurai agar tidak terjadi penumpukan pelayanan pada satu titik sehingga pelayanan yang kita berikan bisa lebih maksimal,” tutupnya. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here