• Selasa, 16 Agustus 2022

Machmud Yunus, Soekarno dan Cerita Gerilya

- Rabu, 10 November 2021 | 22:18 WIB
agustam
agustam

Oleh : Agustam Rachman

Kisah ini merupakan seri tulisan untuk memperingati hari Pahlawan 10 Nopember 2021. Sebelumnya pada 2020 yang lalu saya (bersama Bung Emong Suwandi) menulis sosok Baba Lamsam pejuang berdarah Tionghoa asal Bengkulu.

Saya haturkan ribuan terimakasih pada keluarga besar Machmud Yunus atas seluruh bahan tulisan yang diberikan.

Terimakasih juga untuk Kang Hendi Jo (Penulis Buku Zaman Perang, diterbitkan : Mata Padi Pressindo, 2015) atas masukan dan sarannya terhadap draft awal tulisan ini.

Oya perlu kami tegaskan, walaupun kisah perjuangan gerilya dalam tulisan ini settingnya masuk wilayah Sumatera Selatan saat ini tetapi sebenarnya kisah gerilya itu mewakili wilayah Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan (pada awal kemerdekaan, Bengkulu dan Lampung masuk Propinsi Sumatera Bagian Selatan).

PENGANTAR Zaman menjelang atau awal Kemerdekaan banyak muncul Pemuda Pejuang dari Bengkulu yang dikemudian hari menjadi tokoh nasional dan loyalis Soekarno. Sebut saja misalnya Asmara Hadi Penyair, Pejuang kemerdekaan yang pernah jadi Wakil Ketua DPRGR pada Kabinet Dwikora serta AM Hanafi mantan Dubes RI untuk Kuba.

Ternyata selain Kolonel Inf. Zakaria Kamidan (Om Jack) dan Mayor Inf. Nawawi Manaf (keduanya sering dihubung-hubungkan dengan pemberontakan PRRI) ada juga sosok lain dari Bengkulu yang berseberangan secara politik dengan Soekarno. Dia adalah Machmud Yunus. Tapi tidak banyak catatan tentang tokoh ini. Walaupun dimata keluarga dia adalah pribadi yang hangat dan tak jarang ia membuat masakan spesial untuk para cucunya tapi aktifitasnya diluar rumah sangat misterius dan terkesan tertutup.

MASA KECIL DAN ASAL-USULNYA

-
Foto Machmud Yunus diusia senja (berkopiah hitam dan berbaju putih)

Machmud Yunus berasal keluarga muslim yang ta'at lahir dari pasangan Menoel dan Rama Inun di desa Gunung Megang, Kecamatan Padang Guci , Bengkulu Selatan 27 Juli 1927. Dia memiliki 7 saudara kandung yaitu Roebin, Moekeri, Soelaiman, Arkan, Rustam Effendi, Susilawati dan Boman dan 3 Saudara tiri yaitu Kadri, Umi dan Muhammad. Pendidikan formal Machmud Yunus adalah HIS (Hollandsch Inlandsche School) di Kota Manna Bengkulu Selatan, selain Machmud Yunus ada juga Ningsuwi dan Syafei keduanya anak Depati yang juga bersekolah di HIS Manna. Selama sekolah di HIS dia menumpang dirumah Riva'i Wazir seorang yang menjabat Klerk Kontrolir.

Perhatian Menoel akan pentingnya pendidikan sangat besar. Tahun 1938 di desa Gunung Megang sudah ada sekolah Muhammadiyah dan Tarbiyah (PERTI). Seorang guru yang bernama Marzuki asal Minangkabau sengaja didatangkan Menoel untuk mengajar di sekolah itu.

Halaman:

Editor: Redaksi IB

Tags

Terkini

Simpan Ganja, Warga Bengkulu dibekuk Polisi

Senin, 15 Agustus 2022 | 18:04 WIB

Truk muatan sawit tabrak tiang listrik

Minggu, 14 Agustus 2022 | 13:53 WIB

Tahukah olahraga Sambo dari negara mana?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 18:21 WIB
X