Bercak Darah di Tikar, Pembuka Tabir Pembunuhan Keji Siswi SMA

0
2095

BENGKULU, inibengkulu.com – Polda Bengkulu akhirnya berhasil mengungkap misteri hilangnya Auzia Umi Detra atau akrab disapa Tara. Setelah dinyatakan hilang sejak sepekan lalu, Rabu (7/2) siswi SMAN 4 Kota Bengkulu warga Timur Indah Ujung RT 10 RW 04 Kelurahan Timur Indah Kota Bengkulu itu ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Mayatnya ditemukan dalam keadaan mengenaskan di Jalan Pantai Indah RT. 08 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kamlung Melayu Kota Bengkulu (Arah jalan Lentera Merah Pulau Baai). Kondisinya sudah membusuk, dengan kulit menghitam. Yang mengejutkan, pelaku ternyata teman dekat korban sendiri yaitu DN (18),  siswa SMAN 7 Kota Bengkulu.

Pelaku DN saat dibawa ke lokasi pembuangan mayat Tara

Dir Reskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono SH melalui Kasubdit Jatanras AKBP Max Mariner SIK SH dalam keterangan persnya mengatakan, ditemukannya mayat korban berkat pengembangan yang dilakukan penyidik terhadap terduga DN.

Awalnya DN hanya diperiksa sebagai saksi. Kepada penyidik DN mengaku tidak tahu menahu mengenai hilangnya Tara. Kecurigaan petugas muncul saat dilakukan pemeriksaan di kamar kost pelaku, polisi menemukan tikar dengan bercak darah.

Mulanya,  saat diinterogasi mengenai tikar dengan bercak darah itu, pelaku mengaku itu bekas darahnya sendiri karena terluka.
Namun setelah diperiksa secara intensif dan diperkuat dengan bukti dan keterangan saksi yang lain, barulah DN tidak bisa mengelak lagi.

Ia akhirnya mengaku telah membunuh Tara. Usai pengakuan tersebut, polisi lantas meminta pelaku untuk menunjukkan lokasi mayat dibuang.

Lebih mengagetkan lagi, tak jauh dari lokasi juga ditemukan satu buah palu. Terungkap fakta baru yang memilukan, ternyata korban dihabisi dengan dipukul menggunakan palu.
“Belum diketahui bagian tubuh mana yang dipukul. Sejauh ini kita masih menunggu hasil autopsi,” ujarnya.

DN saat diminta menunjukkan lokasi mayat

Motif Ekonomi
Dugaan sementara pelaku tega menghabisi nyawa siswi cantik itu bukan karena motif asmara. Kuat dugaan motif pelaku membunuh korban hanya karena dorongan untuk mendapatkan uang.

Ini diperkuat dengan hilangnya handphone dan cincin emas milik korban. Korban mengaku sedang kesulitan secara ekonomi. Pelaku butuh uang untuk membayar uang kost-nya di Jalan Citandui 1 Lingkar Barat yang sudah menunggak.

Dalam kasus ini polisi juga menduga ada unsur berencana. Sebab hasil pemeriksaan, diketahui jika sebelum Tara dibunuh, keduanya sempat membuat janji untuk bertemu usai pulang sekolah.

Foto Auzia semasa hidup.

Motor Ditemukan di Dekat Lapangan Golf

Tara merupakan bungsu dari tiga bersaudara buah hati pasangan Hasmi Edi dan Sulastri. Kamis (1/2) pagi seperti biasa Tara berangkat ke sekolah. Ia mengendarai motor Honda Beat warna merah BD 3188 PJ. Saat berangkat Tara mengenakan baju batik khas sekolah.

Namun sejak kepergiannya pagi itu,  hingga Jumat keesokan harinya Tara tak kunjung pulang. Kedua orang tuanya yang khawatir lantas melapor ke Polsek Gading Cempaka.

Kerja keras polisi mulai membuahkan hasil setelah motor yang dikendarai Tara ditemukan di dekat lapangan golf lingkar barat. Saat itu motor ditemukan dalam kondisi tanpa kerusakan, hanya plat nopol yang sudah tidak ada.

Di sini polisi mulai menemukan titik masuk pengungkapan kasus. Penelusuran di sekitar lokasi penemuan motor langsung dilakukan. Sejumlah saksi juga dimintai keterangan, termasuk salah satunya pelaku DN.

Setelah melalui upaya yang cukup panjang, akhirnya keberadaan Tara diketahui dan terungkaplah kasus pembunuhan keji ini. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here