Bantuan Korban Longsor Lebong Tandai Diduga Gunakan Dana Covid

0
Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Utara, Burman ketika dikonfirmasi tentang bantuan korban longsor Lebong Tandai
Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Utara, Burman ketika dikonfirmasi tentang bantuan korban longsor Lebong Tandai. (Foto/dok)

BENGKULU UTARA, IB – Indikasi adanya permasalahan dalam pengadaan bantuan untuk korban longsor di Desa Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih semakin kuat. Pasalnya info terbaru diterima wartawan, untuk pengadaan bantuan tersebut, diduga BPBD Bengkulu Utara menggunakan dana penanggulangan covid 19.

Dikonfirmasi Jumat (3/7/2020) siang, Kepala Pelaksana BPBD Bengkulu Utara, Burman membantah informasi tersebut. Menurut dia, anggaran untuk pengadaan bantuan tersebut bukan dari dana covid melainkan bersumber dari anggaran BTT (belanja tak terduga) pemerintah daerah.

“Bantuan tersebut dari pemda menggunakan BTT, dana bencana alam. Memang saat itu sedang hangat masalah covid jadi bisa jadi ada yang menganggap bantuan itu menggunakan dana covid,” ujar Burman.

Meskipun dananya dari pemda, lanjut Burman, namun untuk pelaksana kegiatan tetap dilakukan pihaknya selaku satker yang menangani bencana alam. Dan dalam kegiatan ini melibatkan kepala seksi terkait, termasuk kasi logistik.

“Kasi-kasi itula yang membagikannya,” tukasnya.

Namun dari keterangan ini ada sedikit ketidak-sinkronan dengan penyampaian Kasi Logistik BPBD, Mahyudin pada berita sebelumnya. Sebab menurut Mahyudin dirinya selaku Kasi Logistik tidak dilibatkan sama sekali dalam kegiatan ini.

“Waduh mas maaf saya tidak bisa jawab kalau persoalan itu. Jujur saya tidak tahu menahu,” ucap Mahyudin ketika dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Seksi Kedaruratan BPBD BU saat bantuan tersebut disalurkan yakni , Romlan Effendi. Ia juga mengelak berkomentar mengenai persoalan ini dan menyarankan agar menanyakan langsung kepada Kepala BPBD BU.

“Tanya saja langsung dengan kepala BPBD, takut nanti saya salah berkomentar,” elak pria yang baru beberapa hari lalu pensiun dari ASN ini.

Untuk diketahui jumlah bantuan yang disalurkan untuk warga yang terdampak akibat longsornya jembatan rel molek gunung tinggi Desa Lebong Tandai ini berjumlah lebih dari 100 paket. Bantuan disalurkan sekitar minggu pertama bulan Mei lalu. Data dihimpun wartawan, total anggaran yang dihabiskan untuk kegiatan penyaluran bantuan ini hampir Rp 100 juta. Khusus untuk pembelian paket bantuan menghabiskan anggaran lebih kurang Rp 57 juta, sisanya untuk SPPD, operasional dan kepeluan petugas lainnya. (waw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here