10 Tsk Korupsi Proyek Jembatan di Lebong Dilimpahkan ke Kejaksaan

0
Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIK didampingi Kabag Ops, AKP Yosril Radiansyah SIK ketika press release pelimpahan kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Air Tik Tebing. (foto/ist)

LEBONG, inibengkulu.com – Sebanyak 10 orang tersangka (tsk) dalam dugaan korupsi pembangunan jembatan Air Tik Tebing Kecamatan Lebong Atas yang merugikan negara sebesar Rp 376 juta lebih, dilimpahkan ke Kejari Lebong, Kamis (18/10). Dari 10 tsk, 9 ditahan di sel Polres Lebong dan 1 tsk ditahan di Lapas Bentiring Bengkulu.

Kapolres Lebong, AKBP Andree Ghama Putra SH SIK didampingi Kabag Ops, AKP Yosril Radiansyah SIK ketika press release mengatakan, dilakukannya penahanan terhadap para tsk untuk bisa mempermudah penyidik menyelesaikan berkas kasus tersebut dan dilimpahkan ke Kejari.

Sementara untuk pelimpahan tahap kedua, akan menunggu hasil pelimpahan tahap ke 1 di Kejari Lebong. Dimana untuk berkas perkara dibagi menjadi 5 berkas. Terdiri dari berkas KPA, PPTK, Konsultan, tim PHO dan yang kelima kontraktor.

“Sebelumnya penyidik telah memeriksa sebanyak 23 saksi dan 3 tim ahli,” ucapnya

Seluruh tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 terkait undang-undang Tindak pidana Korupsi (Tipidkor) dengan hukuman penjara minimal 4 tahun dan paling lama seumur hidup.

“Sementara untuk jumlah tersangka hingga saat ini masih sebatas 10 tsk dan belum ada penambahan,” tutupnya .

Adapun 10 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu berinisial SB selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang saat ini masih mendekam di Lapas Bengkuludalam kasus korupsi yang lain. Selanjutnya inisial TI selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), FM dan JH selaku konsultan pembangunan jembatan, RE selaku pihak rekanan atau kontraktor dan 5 orang tim Serah Terima Pertama atau Provisional Hand Over ( PHO ) masing-masing berinisial ST, EP, SP, AR dan AU. (red)

sumber: tribratanewsbengkulu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here